Masa anak-anak merupakan perjalanan yang kritis, sebagai generasi bangsa di masa mendatang. Jika pengetahuan dan cara yang ditanamankan pada masa kanak-kanak itu benar, dapat diharapkan ketika berubah ke masa remaja dan dewasa, bekal pengetahuan, pembentukan perilaku serta sikap dalam dirinya terhadap sesuatu akan positif.
Masa remaja dan dewasa pada dasarnya merupakan masa mencari identitas dan realisasi diri. Pada masa ini sering sangat sulit untuk mengubah wawasan dasar yang telah terpola dan melekat dalam dirinya sejak kecil.
Dengan demikian sangatlah strategis pembekalan pengetahuan dasar tentang etika sejak dini melalui anak-anak secara terprogram dan berkelanjutan, hingga pada saatnya akan tercipta insan-insan pribadi etika yang baik. Lantas, bagaimana cara pendidikan etika yang baik untuk generasi muda? Pembentukan etika sebaiknya dimulai dari keluarga, tahap-tahapnya adalah antara lain:
1. Membekali anak dengan ajaran agama karena agama adalah sumber dari keyakinan manusia.
2. Mengenalkan apa saja hal yang baik dan apa yang salah agar dapat membedakan mana yang benar dan yang salah sejak dini.
3. Mendidik anak agar bersifat mandiri dan berbagi dengan sesama.
4. Membekali moralnya agar bijaksana dalam memperlakukan lingkungan hidupnya. Pendidikan Lingkungan akan menjamin terjadinya suasana yang harmonis antara manusia dengan alamnya, sehingga di alam tidak akan muncul kekhawatiran terhadap bencana yang akan melanda.
Kegiatan yang dapat membentuk dan membangun etika yang baik pada anak antara lain adalah:
1. Mengikuti kegiatan keagaman.
2. Mengikuti kegitan organisasi yang mendidik agar dapat mengembangkan etika dalam pergaulan.
3. Mengikuti kegiatan pencinta alam dan sejenisnya agar memupuk rasa cinta terhadap alam sekitarnya.


